Mengenal Metode ‘Qiblat’, Rahasia Santri Hasan Munahir Trenggalek Ubah Sholat Rutinitas Jadi Dialog Hati01

Pada Jumat, 15 Mei 2026 lalu, Pondok Pesantren Modern Hasan Munahir Jati, Karangan, Trenggalek menggelar kegiatan Workshop “Qiblat = Quantum Arti Bacaan Sholat” yang diikuti dengan penuh antusias oleh para santri putra dan putri. Kegiatan ini menghadirkan pemateri Ust. Abdullah Rabbani, S.Ag., alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang saat ini aktif berdakwah mengajak umat Islam untuk kembali memahami makna bacaan dalam sholat.

Sejak awal penyampaian materi, suasana workshop terasa hidup sekaligus menggugah hati para peserta. Dengan gaya penyampaian yang ringan namun penuh makna, beliau mengajak santri merenungi sesuatu yang selama ini begitu dekat, namun sering terlewat untuk dipahami.

“Kita sholat 17 rakaat dalam sehari, membaca bacaan yang sama dan diulang terus bertahun-tahun. Dalam satu tahun, setidaknya kita mengulang bacaan sholat sekitar 6.205 kali. Jika sudah lima tahun sholat, berarti lebih dari 31 ribu kali kita mengulang bacaan yang sama. Itu bahkan lebih banyak daripada latihan seorang penyanyi hingga menjadi ahli,” ungkap beliau di hadapan para santri.

Namun kemudian beliau melanjutkan dengan pertanyaan yang membuat ruangan seketika hening dan para santri larut dalam perenungan:
“Dari ribuan kali bacaan itu kita ulang, sudah berapa banyak makna ayat dan doa sholat yang benar-benar kita pahami?”

Pertanyaan sederhana itu menjadi tamparan halus sekaligus pengingat bahwa sholat bukan sekadar gerakan rutin yang diulang setiap hari, melainkan dialog seorang hamba dengan Rabb-nya.

Pengasuh Pondok Pesantren Modern Hasan Munahir, Ust. Triono turut menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk terus digalakkan di lingkungan pesantren.

Menurut beliau, memahami arti bacaan sholat akan membantu santri menghadirkan hati ketika berdiri di hadapan Allah SWT. Karena kekhusyukan tidak lahir hanya dari gerakan, tetapi juga dari pemahaman dan kesadaran terhadap setiap kalimat yang diucapkan.

“Sholat akan terasa lebih hidup ketika kita tahu apa yang sedang kita baca. Saat itulah seorang hamba benar-benar sedang berkomunikasi dengan Dzat Yang Maha Pencipta,” tutur beliau.

Workshop ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi momentum muhasabah bagi para santri. Di tengah rutinitas ibadah yang sering dilakukan secara otomatis, para santri diajak kembali menyadari bahwa setiap bacaan sholat sesungguhnya menyimpan doa, pujian, penghambaan, dan pengakuan cinta kepada Allah SWT.

Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Modern Hasan Munahir berharap para santri tidak hanya mampu menjaga sholat sebagai kewajiban, tetapi juga mampu merasakan keindahan dan kedalaman makna di dalamnya. Karena sejatinya, sholat yang dipahami akan lebih mudah menghadirkan ketenangan, kedisiplinan, dan kedekatan seorang hamba kepada Rabb-nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *