ONE DAY ONE HADIST
HADITS KE-1270
BULUGHUL MAROM
KITAB KELENGKAPAN
BAB SILATURAHMI DAN BERBUAT BAIK
1 Maret 2025 / 1 Ramadhan 1446 H
وَعَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُحِبَّ لِجَارِهِ – أَوْ لِأَخِيهِ- مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
“Demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah (sempurna) iman seorang hamba hingga dia mencintai saudaranya (atau tetangganya) sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.”
(Riwayat Muttafaqun ‘Alaih – disepakati oleh Bukhari dan Muslim)
Pelajaran yang Dapat Diambil dari Hadits Tersebut:
1. Kesempurnaan Iman Bergantung pada Kasih Sayang kepada Sesama:
Hadits ini menegaskan bahwa iman seseorang tidak akan sempurna hingga dia mampu mencintai saudaranya atau tetangganya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. Ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan sosial dalam Islam.
2. Menghilangkan Sifat Egois dan Dengki:
Hadits ini mengajarkan kita untuk menghilangkan sifat egois dan dengki. Seorang Muslim harus menginginkan kebaikan bagi orang lain, sama seperti dia menginginkannya untuk dirinya sendiri.
3. Menjaga Hak Tetangga dan Saudara:
Islam sangat menekankan pentingnya menjaga hak tetangga dan saudara. Berbuat baik kepada mereka adalah bagian dari keimanan yang sempurna.
4. Membangun Masyarakat yang Harmonis:
Dengan menerapkan prinsip ini, masyarakat akan menjadi lebih harmonis, penuh kasih sayang, dan saling mendukung. Ini adalah cerminan dari ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin (menjadi rahmat bagi seluruh alam).
Ayat Al-Quran yang Sesuai:
1. Surah Al-Hujurat (49:10):
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
Ayat ini menegaskan bahwa hubungan antara orang beriman adalah hubungan persaudaraan yang harus dijaga dengan baik.
2. Surah An-Nisa’ (4:36):
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”
Ayat ini menjelaskan betapa luasnya ajaran Islam dalam berbuat baik, termasuk kepada tetangga dan saudara.
Kesimpulan:
Hadits ini mengajarkan kita tentang pentingnya mencintai saudara dan tetangga sebagaimana kita mencintai diri sendiri. Ini adalah salah satu tanda kesempurnaan iman seorang Muslim. Dengan menerapkan prinsip ini, kita dapat membangun masyarakat yang penuh kasih sayang, saling menghormati, dan harmonis. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang senantiasa menjaga hubungan baik dengan sesama dan meraih ridha-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.
#pondokpesantrenmodern #hasanmunahir #pondokmodern #trenggalek

