ONE DAY ONE HADIST BULUGHUL MAROM HADITS KE-1274 KITAB KELENGKAPAN BAB KEBAIKAN DAN SEDEKAH 5 Maret 2025 / 5 Ramadhan 1446 H
عَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ ) أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيُّ Dari Jabir Radliyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Setiap kebaikan adalah sedekah.” (Riwayat Bukhari)
Pelajaran yang Dapat Diambil dari Hadits Tersebut: Luasnya Makna Sedekah: Hadits ini mengajarkan bahwa sedekah tidak hanya terbatas pada pemberian materi, tetapi setiap perbuatan baik yang dilakukan dengan ikhlas untuk membantu orang lain atau meringankan beban mereka juga termasuk sedekah. Ini menunjukkan betapa luasnya konsep sedekah dalam Islam.
Kebaikan dalam Setiap Perbuatan: Setiap tindakan yang membawa manfaat bagi orang lain, baik kecil maupun besar, dianggap sebagai sedekah. Hal ini mendorong kita untuk selalu berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari, karena setiap kebaikan akan bernilai di sisi Allah.
Motivasi untuk Beramal: Hadits ini memberikan motivasi kepada kita untuk tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Bahkan senyuman tulus, menyingkirkan duri dari jalan, atau membantu orang lain dengan tenaga dan pikiran, semuanya bernilai sedekah.
Membangun Kepedulian Sosial: Dengan memahami bahwa setiap kebaikan adalah sedekah, kita akan terdorong untuk lebih peduli terhadap sesama. Ini akan menciptakan masyarakat yang saling tolong-menolong dan penuh kasih sayang.
Ayat Al-Quran yang Sesuai: Surah Al-Baqarah (2:267): يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu.” (QS. Al-Baqarah 2:267) Ayat ini mengajarkan kita untuk memberikan sebagian rezeki yang baik kepada orang lain, yang sejalan dengan makna sedekah dalam hadits di atas.
Surah Al-Insan (76:9): إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا “Sesungguhnya kami memberi makan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS. Al-Insan 76:9) Ayat ini menekankan pentingnya berbuat baik dengan ikhlas, tanpa mengharapkan imbalan, yang merupakan esensi dari sedekah.
Surah Al-Ma’un (107:1-7): أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ * فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ * وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” (QS. Al-Ma’un 107:1-3) Ayat ini mengingatkan kita tentang pentingnya membantu orang yang membutuhkan, yang merupakan bagian dari sedekah.
Kesimpulan: Hadits ini mengajarkan kita bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, memiliki nilai sedekah di sisi Allah. Ini mendorong kita untuk selalu berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui materi, tenaga, atau bahkan sekadar senyuman tulus. Dengan memahami makna sedekah yang luas ini, kita akan lebih termotivasi untuk membantu sesama dan membangun masyarakat yang penuh kasih sayang. Semoga Allah memberikan kita kemudahan untuk selalu berbuat kebaikan dan menjadikan setiap amal kita sebagai sedekah yang diterima. Aaaamiiiinnn.